Definisi kegelisahan
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Kegelisahan adalah suatu hal yang wajar dari kita. Kegelisahan itu sama dengan kesedihan, rasa gembira, takut, malu dan perasaan manusia lainnya. Tentunya kegelisahan itu tidak datang secara tiba-tiba. Kegelisahan itu tumbuh dari sesuatu hal yang tidak kita inginkan. Ataupun itu juga bisa tumbuh dari kesalahan yang telah kita lakukan. Misalnya rasa gelisah itu muncul ketika kita hendak menghadapi ujian. Kita tahu ujian itu adalah hal yang berat. Kalau kita bisa memilih untuk tidak perlu mengikuti ujian, pasti kita lebih memilih untuk tidak mengikuti ujian tersebut. Sekeras apapun kita belajar, pasti rasa gelisah itu muncul menjelang ujian tiba, walapun mungkin gelisah itu kadarnya kecil.
Gelisah tentunya adalah perasaan yang mengganggu. Meskipun itu tidak sebegitu menyakitkan ketimbang perasaan sedih, atau kecewa, tapi menurut saya gelisah itu memiliki dampak yang lebih panjang ketimbang perasaan tadi. Rasa gelisah itu baru akan hilang bila permasalahan yang kita hadapi selesai. Selain itu rasa gelisah juga sering berpangkal ataupun bersumber dari rasa sakit hati, sedih, ataupun kecewa. Kita harus memiliki tips khusus saat kita sedang dilanda rasa gelisah.
Agama selalu mengajarkan kepada kita untuk terus berpegang teguh dengan apa yang telah diajarkan saat kita sedang dirundung kegelisahan. Hal ini agar kita tidak salah melangkah. Tentunya itu sebuah isyarat bahwa bila kita salah memilih jalan ketika kita sedang gelisah, akan berujung pada sesuatu yang bisa merugikan diri kiita sendiri. Seorang pemikir pernah berbicara bahwa kegelisahan adalah pedang yang bisa menusuk. Maksudnya bila kita tidak bisa menyelesaikan perasaan tersebut dengan baik, akan banyak kesusahan lain yang ikut serta menerpa. Contoh, paling gampang manusia yang mengalami kegelisahan adalah seorang koruptor dia akan selalu dihantui rasa gelisah karena kesalahannya yang akan dihukum sangat berat itu akan membuat nya takut dan akan merasa hak haknya hidup bebas diambil oleh sebuah tempat dinamakan penjara.
Sigmon Freud seorang ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu : kecemasan kenyataan, kecemasan neoritik dan kecemasan moril.
A) Kecemasan objektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu wilayah tertentu. Ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
B) Kecemasan Neoritis
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idenya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. Sebagai contohnya ayah dinar akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis dinarpun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. dinar membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana dinar sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan sebuah contoh dari kecemasan Noritis.
C) Kecemasan moril
Kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, rasa kurang, cinta. rasa iri, benci, dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain. sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.
Intinya penyebab dari kegelisahan itu sendiri adalah rasa takut dlam diri kita itu adalah salah satunya penyebab kegelisahan. Pada saat kita merasakan takut akan hilangnya hak hak yang harusnya kita miliki kita akan gelisah seperti contoh diatas tersebut.
Keterasingan Keterasingan berasal dari kata terasing dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kita terasing, berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Kesepian Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengan, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengan, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya
Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti, artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak berkonsentrasi. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
- Obsesi = Merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan.
- Phobia = Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali tanpa diketahui sebab-sebabnya.
- Kompulasi = Ialah adanya keaguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakkan perbuatan yang serupa berkali-kali.
- Histeria = Ialah tekanan mental.
- Delusi = Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
- Halusinasi = Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera.
- Keadaan Emosi = Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya.
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak pergi atau ke psikolog sendiri.