1. Web Content
Konten
web adalah konten tekstual, visual atau aural yang dihadapi sebagai bagian dari
pengalaman pengguna di situs Web. Ini mungkin termasuk, antara lain: teks,
gambar, suara, video dan animasi.
Dalam
Arsitektur Informasi untuk World Wide Web, Lou Rosenfeld dan Peter Morville
menulis, "Kami mendefinisikan konten secara luas sebagai 'barang-barang di
situs Web Anda.' Ini mungkin termasuk dokumen, data, aplikasi, e-layanan,
gambar, file audio dan video, halaman web pribadi, diarsipkan pesan e-mail, dan
banyak lagi. Dan kami meliputi hal-hal masa depan serta hal-hal ini.
- Media
standard penggunaan web content
Arsitektur
Website adalah suatu pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs yang,
seperti arsitektur itu sendiri, melibatkan teknis, kriteria estetis dan
fungsional. Seperti dalam arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada
pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian
khusus pada konten web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, informasi
dan desain arsitektur web. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu
memiliki apresiasi tentang bagaimana sebuah situs Web terkait dengan World Wide
Web.
- Model
pembelajaran generatif
1. Pengertian Pembelajaran Generatif Pembelajaran Generatif (PG) merupakan
terjemahan dari Generative Learning (GL). Menurut Osborno dan Wittrock dalam
Katu (1995.b:1), pembelajaran generatif merupakan suatu model pembelajaran yang
menekankan pada pengintegrasian secara aktif pengetahuan baru dengan
menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki mahasiswa sebelumnya. Pengetahuan
baru itu akan diuji dengan cara menggunakannya dalam menjawab persoalan atau
gejala yang terkait. Jika pengetahuan baru itu berhasil menjawab permasalahan
yang dihadapi, maka pengetahuan baru itu akan disimpan dalam memori jangka
panjang.
2. Landasan Teoritik dan Empirik Pembelajaran GeneratifPembelajaran
generatif memiliki landasan teoritik yang berakar pada teori-teori belajar
konstruktivis mengenai belajar dan pembelajaran. Butir-butir penting dari
pandangan belajar menurut teori konstruktivis ini menurut Nur (2000:2-15) dan
Katu (1995.a: 1-2), diantaranya adalah :
a. Menekankan bahwa perubahan kognitif
hanya bisa terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah
melalui suatu proses ketidakseimbangan dalam upaya memahami
inforamasi-informasi baru.
b. Seseorang belajar jika dia bekerja dalam zona
perkembangan terdekat, yaitu daerah perkembangan sedikit di atas tingkat
perkembangannya saat ini. Seseorang belajar konsep paling baik apabila konsep
itu berada dalam zona tersebut. Seseorang bekerja pada zona perkembangan
terdekatnya jika mereka terlibat dalam tugas yang tidak dapat mereka selesaikan
sendiri, tetapi dapat menyelesaikannya jika dibantu sedikit dari teman sebaya
atau orang dewasa.
c. Penekanan pada prinsip Scaffolding, yaitu pemberian
dukungan tahap demi tahap untuk belajar dan pemecahan masalah. Dukungan itu
sifatnya lebih terstruktur pada tahap awal, dan kemudian secara bertahap
mengalihkan tanggung jawab belajar tersebut kepada mahasiswa untuk bekerja atas
arahan dari mereka sendiri. Jadi, mahasiswa sebaiknya lansung saja diberikan
tugas kompleks, sulit, dan realistik kemudian dibantu menyelesaikan tugas
kompleks tersebut dengan menerapkan scaffolding.
d. Lebih menekankan pada
pengajaran top-down daripada bottom-up. Top-down berarti mahasiswa langsung
mulai dari masalah-masalah kompleks, utuh, dan autentik untuk dipecahkan. Dalam
proses pemecahan masalah tersebut, mahasiswa mempelajari
keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan untuk memecahkan masalah
kompleks tadi dengan bantuan guru/dosen atau teman sebaya yang lebih mampu.
e.
Menganut asumsi sentral bahwa belajar itu ditemukan. Meskipun jika kita
menyampaikan informasi kepada mahasiswa, tetapi mereka harus melakukan operasi
mental atau kerja otak atas informasi tersebut untuk membuat informasi itu
masuk ke dalam pemahaman mereka.
f. Menganut visi mahasiswa ideal, yaitu seorang
mahasiswa yang dapat memiliki kemampuan pengaturan diri sendiri dalam
belajar.
g. Menganggap bahwa jika seseorang memiliki strategi belajar yang
efektif dan motivasi, serta tekun menerapkan strategi itu sampai suatu tugas
terselesaikan demi kepuasan mereka sendiri, maka kemungkinan sekali mereka
adalah pelajar yang efektif dan memiliki motivasi abadi dalam belajar.
h.
Sejumlah penelitian (Slavin, 1997:) yang menunjukkan pengaruh positif
pendekatan-pendekatan konstruktivis yang melandasi pembelajaran generatif
terhadap variabel-variabel hasil belajar tradisional, diantaranya adalah : dalam bidang matematika (Carpenter dan Fennema, 1992), bidang sains (Neale,
Smith, dan Johnson, 1992), membaca (Duffi dan Rochler, 1986), menulis (Bereiter
dan Scardamalia, 1987). Penelitian Knapp (1995) menemukan suatu hubungan
positif pendekatan-pendekatan konstruktivis dengan hasil belajar.
3. Tahapan
Pembelajaran GeneratifLangkah-langkah atau tahapan pembelajaran generatif
menurut Katu (1995. b:5-6), terdiri atas 5 tahap dengan penjelasan sebagai
berikut :
a. Tahap-1 : Pengingatan
Pada tahap awal ini, dosen menuliskan topik
dan melibatkan mahasiswa dalam diskusi yang bertujuan untuk menggali pemahaman
mereka tentang topik yang akan dibahas. Mereka diajak untuk mengungkapkan
pemahaman dan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan
dengan topik tersebut. Mereka diminta mengomentari pendapat teman sekelas dan
membandingkannya dengan pendapat sendiri. Tujuan dari tahap pengingatan ini
adalah untuk menarik perhatian mahasiswa terhadap pokok yang sedang dibahas,
membuat pemahaman mereka menjadi eksplisit, dan sadar akan variasi pendapat di
antara mereka sendiri. Untuk membuat suasana menjadi kondusif, dosen diharapkan
tidak akan menilai mana pendapat yang “salah” dan mana yang “benar”. Yang perlu
dilakukan adalah membuat mereka berani mengemukakan pendapatnya tanpa takut
disalahkan. Sebaiknya pertanyaan yang diajukan dosen adalah pertanyaan
terbuka.
b. Tahap-2 : Tantangan dan Konfrontasi
Setelah dosen mengetahui
pandangan sebagian mahasiswanya, dosen mengajak mereka untuk mengemukakan
fenomena atau gejala-gejala yang diperkirakan muncul dari suatu peristiwa yang
akan didemonstrasikan kemudian. Mereka diminta mengemukakan alasan untuk
mendukung dugaan mereka. Mereka juga diajak untuk menanggapi pendapat teman
satu kelas mereka yang berbeda dari pendapat sendiri. Dosen diharapkan untuk
mencatat dan mengelompokkan dugaan dan penjelasan yang muncul di papan tulis.
Secara sadar dosen mempertentangkan pendapat-pendapat yang berbeda itu. Setelah
itu dosen melaksanakan demonstrasi dan meminta mahasiswa untuk mengamati dengan
seksama gejala yang muncul. Dosen perlu memberikan kesempatan kepada mereka
untuk mencerna apa yang mereka amati, akan merasa terganggu dan mengalami
konflik kognitif dalam pikirannya. Setelah itu barulah dosen menayakan apakah
gejala yang mereka amati itu sesuai atau tidak dengan pikiran mereka. Dengan
menggunakan cara dialog yang timbal balik dan saling melengkapi, diharapkan
mereka dapat menemukan jawaban atas gejala yang mereka amati. Dalam hal ini
dosen menyiapkan perangkat demonstrasi, tampilan gambar, atau grafik yang dapat
membantu mahasiswa menemukan alternatif jawaban atas gejala yang diamati.
c.
Tahap-3 : Reorganisasi Kerangka Kerja Konsep
Pada tahap ini dosen membantu
mahasiswa dengan mengusulkan alternatif tafsiran menurut fisikawan dan
menunjukkan bahwa pandangan yang dia usulkan dapat menjelaskan secara koheren
gejala yang mereka amati. Mahasiswa diberikan beberapa persoalan sejenis dan
menyarankan mereka menjawabnya dengan pandangan alternatif yang diusulkan
dosen. Diharapkan mereka akan merasakan bahwa pandangan baru dari dosen
tersebut mudah dimengerti, masuk akal, dan berhasil dalam menjawab berbagai
persoalan. Diharapkan mahasiswa mulai mereorganisasi kerangka berpikir mereka
dengan melakukan perubahan struktur dan hubungan antar konsep-konsep. Proses
reorganisasi ini tentu membutuhkan waktu.
d. Tahap-4 : Aplikasi Konsep
Pada tahap
ini, dosen memberikan berbagai persoalan dengan konteks yang berbeda untuk
diselesaikan oleh mahasiswa dengan kerangka konsep yang telah mengalami
rekonstruksi. Maksudnya adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk
menerapkan pengetahuan/keterampilan baru mereka pada situasi dan kondisi yang
baru. Keberhasilan mereka menerapkan pengetahuan dalam situasi baru akan
membuat para mahasiswa makin yakin akan keunggulan kerangka kerja konseptual
mereka yang sudah direorganisasi. Pelatihan ini dimaksudkan juga untuk lebih
menguatkan hubungan antar konsep di dalam kerangka berpikir yang baru mengalami
reprganisasi.
c. Tahap-5 : Menilai kembali
Dalam suatu diskusi, dosen mengajak
mahasiswanya dalam menilai kembali kerangka kerja konsep yang telah mereka
dapatkan.
4. Beberapa Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran GeneratifDalam
melaksanakan pembeljaran generatif,menuru Sutrisno (1995:3), dosen perlu
memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Menyajikan
demonstrasi untuk menantang intuisi mahasiswa. Setelah dosen mengetahui
intuisi
yang dimiliki mahasiswa, dosen mempersiapkan demonstrasi yang menghasilkan
peristiwa yang dapat berbeda dari intuisi mahasiswa.
Web
anotation
Sebuah
penjelasan web anotasi secara online terkait dengan sumber daya web, biasanya
sebuah halaman web. Dengan sistem penjelasan Web, pengguna dapat menambah,
mengubah atau menghapus informasi dari sumber daya Web tanpa memodifikasi
sumber daya itu sendiri. Penjelasan dapat dianggap sebagai lapisan di atas
sumber daya yang ada, dan ini lapisan penjelasan biasanya dilihat oleh pengguna
lain yang berbagi sistem penjelasan yang sama. Dalam kasus tersebut, alat
anotasi web adalah jenis perangkat lunak sosial. Untuk sistem anotasi teks
berbasis Web, lihat teks penjelasan. Web penjelasan dapat digunakan untuk
tujuan berikut:
1.
untuk menilai sumber daya Web, seperti dengan kegunaannya, user-keramahan,
kesesuaian untuk dilihat oleh anak di bawah umur.
2.
untuk meningkatkan atau menyesuaikan isinya dengan menambahkan /
menghapus materi, sesuatu seperti wiki.
3.
sebagai alat kolaboratif, misalnya untuk membahas isi dari suatu sumber
daya tertentu.
4.
sebagai media kritik seni atau sosial, dengan memungkinkan pengguna Web untuk
menafsirkan, memperkaya atau memprotes institusi atau ide-ide yang muncul di
Web.
5.
untuk mengukur hubungan antara fragmen transien informasi.
2.
Web dan perilaku penggunaan / interaksi manusia-komputer
A.
Perilaku Navigasi
Pada
suatu situs (jual beli khususnya) penggunaan navigasi yang baik sangat penting
untuk dilakukan bagi para pembuat online. Para pembuat situs website tersebut
harus bisa membuat suatu navigasi agar pengunjung situs tersebut tidak bosan
dengan melihatnya. Ada dua tipe navigasi. Yang pertama adalah yang standar,
yang memberikan overview dan peta penjelajahan situs. Biasanya bisa ditemukan
secara konsisten baik di bagian atas, samping atau footer. Yang kedua adalah
navigasi versi advance. Jenis ini masih bertujuan memberikan alat untuk
menelusuri situs, namun dengan cara lebih spesifik. Misal lewat kategori,
pengarang, produsen, range harga, dan lain lain. Navigasi semacam ini
sebenarnya mirip dengan fitur search namun sudah diberi antar muka yang lebih
intuitif. Alih-alih model kotak isian teks kosong, calon pembeli diberi
beberapa nilai default yang bisa dipakai lewat link yang disediakan. Lebih
keren lagi, calon pembeli bisa melakukan penelusuran bertingkat, misalnya:
kategori buku, di-drilldown dengan topik “IT dan Marketing”, di-tune lagi pada
level berikutnya dengan range harga 100 ribu sampai 400 ribu, lalu difinalisasi
dengan “reviewed by NavinoT”. Calon pembeli pun akan sampai pada apa yang
benar-benar dia cari. Permasalah
dalam kaitan dengan:
-> Para pemakai interface website tidak mengetahui daerah atau dalam hal ini
lembaran-lembaran pada situs.
-> Struktur lokasi tidak dapat ditemukan. Pemakai
interface situs seharusnya diberikan suatu pemahaman dari struktur yang
menyangkut dari suatu ruang dari informasi tersebut. Maka sebaiknya disiapkan:
-
Tabel Index (Peta Lokasi)
-
Index
-
Navigasi
-
Fasilitas Pencarian (Search)
B.
Perilaku Pencarian
Fitur
pencarian internal tentunya telah di desain dengan batasan tertentu. Ketika
situs Anda tumbuh tentunya Anda akan semakin tahu pola pemakaian oleh pengguna.
Termasuk di dalamnya adalah pola pencarian dalam rangka mendapatkan pengalaman
terbaik dalam pemanfaatan situs. Dalam kasus seperti diatas kita ingin
membandingkan 2 situs jual beli online dimana kita liat dari navigasi dan
pencarian yang terdapat didalam situs web tersebut.
C.
Web merefleksikan perilaku sosial
Web
pun dapat merefleksikan perilaki sosial masyarakatnya, dengan adanya alat
pengukur banyaknya orang/ IP address yang mengakses web tersebut dapat
menunjukkan bahwa web tersebut menarik perhatian masyarakat dan pastinya akan
mempengaruhi sikap sosial seaeoramg contohnya seseorang yang sering mengakaksea
situs belanja online akan mempunyai gaya hidup yang boros karena tergiur oleh harga
yang lebih murah daripada conter ataupun diskon-diskon yang ada.
D.
Web mempengaruhi perilaku sosial
Web
sebagai salah satu bentuk teknologi dan informasi yang sangat populer di
masyarakat menjadi salah satu pemicu yang mempengaruhi perilaku sosial
masyarakat. ada dua dampak yang dimbulkan yaitu dampak positif dan dampak
negatif, dampak postifnya adalah :
1.
Lebih cepat dan mudah dalam meyelesaikan pekerjaan dalam hal ini berarti
membantu pekerjaan manusia
2.
Dapat berkomunikasi dengan baik tidak peduli jarak dan waktu sehingga membuat
manusia saling berinteraksi dengan mudah
3.
Mudah mencari informasi serta berbelanja online pun dapat dilakukan
Dampak
negatif :
1.
Munculnya banyak penipu yang memanfaatkan internet
2.
Adanya plagiatisme
3.
Munculnya pencurian/hack
4.
munculnya banyak konyen-konten dewasa yang seharusnya tidak dilihat anak kecil
dapat merusak mental
5.
bahaya kesehatan akibat radiasi yang ditimbulkan oleh komputer itu sendiri
3.
Struktur Web dan analisa Web
Struktur
website
Hal yang paling penting ketika membuat sebuah situs web adalah desain konseptual, atau
lebih tepatnya penampilan. Selain teks, situs itu sendiri juga harus memiliki
grafis yang sangat baik, grafis harus dirancang sedemikian rupa sehingga ketika
seseorang mengunjungi situs pertama melihat tata letak grafis nya. Dari latar
belakang, header, konten footer dan semua harus diperlakukan sebagai desain web
grafis adalah seni menciptakan sebuah website itu sendiri harus terlebih dahulu
dari semua terlihat sangat bagus. Dalam program Adobe CS5 Fireworks, Anda dapat
melakukan penampilan grafis seluruh website Anda. Setelah Anda mendapatkan ide
segera, dan kadang-kadang baginya untuk menjadi dan satu hari. Segala sesuatu
yang Anda bisa memikirkan, dan segera menarik lebih ditarik template Anda akan
mendapatkan yang asli.
Social
Network
Jejaring
sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang
umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih
tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Analisis
jaringan jejaring sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan.
Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah
hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul.
Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan
jejaring sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga
negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah,
menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam
mencapai tujuannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring
sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan
tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu.
Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan
simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya.
Blog
Blog
merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai
tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.
Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu
baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian.
Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet
sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Pengukuran
web
Di
bawah ini ada beberapa tools yang digunakan untuk mengukur website dari segi
kecepatan akses dan performanya, serta mengukut banyaknya pengunjung suatu
website, berikut ini penjelasan mengenai beberapa tools yang digunakan untuk
mengukur kecepatan akses website.
1.
Pingdom Tools
Merupakan sebuah alat ukur kecepatan website dapat di
akses, nilai dari sebuah website, dan berapa ukuran dari sebuah
website tersebut. Beberapa kelebihannya di kategorikan sebagai berikut
:
1. Performance
Grade : melihat nilai kecepatan performa halaman web, dari akses DNS, browser
cache, combine external css dan lain-lain.
2. Waterfall
: melihat detail kecepatan akses ketika membuka halaman web, dari gambar bahkan
sampai seberapa cepat script tersebut dapat di akses.
3. Page
Analysis : melihat detail analisa halaman web.
4. History
: melihat detail akses dari beberapa hari lalu.
Kekurangan
yang terdapat pada tools ini, sama seperti tools alat ukur akses web pada
umumnya yaitu Membutuhkan akses internet yang stabil, karena tidak mungkin kita
bisa mengukur kecepatan akses suatu website kalau akses internet kita terhadap
website tersebut tidak stabil/berjalan dengan baik.
2.
GTmetrix
Adalah website untuk menganalisa kecepatan web yang tersedia secara
gratis, dengan menggunakan google page speed dan Yahoo Yslow sebagai analyze
engine dan untuk menampilkan hasil serta rekomendasi yang harus dilakukan.
Dengan
GTmetrix juga dapat membandingkan beberapa URL sekaligus dan jika mendaftar
sebagai anggota maka dapat:
1. Melihat
tes sebelumnya untuk membandingkan hasilnya
2. Menjadwalkan
cek website secara otomatis
3. Menyimpan
laporan
4. Memilih
hasil laporan untuk ditampilkan kepublic atau tidak
Kelebihan GTmetrix :
1. Dapat
menggunakan google page speed dan YSLOW sebagai analyze engine
2. Dapat
membandingkan beberapa URL sekaligus
3. Menjadwalkan
cek website secara otomatis
4. Dapat
menyimpan laporan
5. Memilih
hasil laporan untuk ditampilkan kepublic atau tidak.
Kekurangan
GTmetrix :
1.Jika
menggunakan GTmetrix harus menggunakan internet yang cepat.
3.
Alexa Rank
Alexa
Internet, Inc. adalah perusahaan yang berbasis di California yang
mengoperasikan situs yang menyediakan informasi mengenai banyaknya pengunjung
suatu situs dan urutannya. Alexa Internet didirikan pada tahun 1996 oleh
Brewster Kahle dan Bruce Gilliat. Cara kerja Alexa rank Alexa memberikan
peringkat ke sebuah situs berdasarkan jumlah pengunjung unik. Semakin rendah
alexarank dari situs berarti situs memiliki sedikit pengunjung unik.Jadi jika
Anda bisa mendapatkan lebih banyak traffic ke situs Anda, Anda akan mendapatkan
lebih rendah alexa rank.
Kelemahan
Alexa:
1. Jika
pengguna internet (pengakses situs anda tidak menginstal Alexa Toolbar di
browsernya) maka sekalipun ada 1000 pengunjung situs anda dalam sehari, Alexa
akan tetap menilai situs anda tidak ada pengunjungnya.
2. Jika
dalam sehari ada yang mengakses situs anda 20 kali dengan alamat IP(Internet
protocol) yang sama, maka akan dianggap situs anda hanya dikunjungi oleh 1 satu
orang hanya dapat poin 1, akan berbeda jika situs anda dikunjungi oleh 20 orang
dengan alamat IP berbeda (unik) maka situs anda akan memperoleh nilai 20 (nilai
ini hanya pengandaian, Alexa mempunyai formula sendiri dalam
menentukan nilai sebuah web) .
Kelebihan
Alexa :
1. Alexa
rank akan menampilkan tingkat popularitas dari sebuah situs web yang
dibandingkan dengan web milik kita,termasuk jangkauan,tampilan halaman,dan
masih banyak lagi.
2.
Pencarian analisa akan menampilkan kepada kita yang merupakan syarat untuk kita
untuk berkompetisi untuk mendapatkan sebuah traffic
3. Data pengunjung akan
menampilkan kepada kita apa yang menarik dari website kita yang dilihat oleh
pengunjung pengunjung website kita
4. Data clickstream akan menampilkan kepada
kita sebagai pemilik website dimana dalam mendapatkan traffic dari program
keanggotaan dan kemitraan.
Search
Engine
Mesin
pencari atau Search engine adalah program komputer yang dirancang untuk
melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp,
publikasi milis, ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer
peladen dalam suatu jaringan. Search engine merupakan perangkat pencari
informasi dari dokumen-dokumen yang tersedia. Hasil pencarian umumnya
ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat
akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hits.
Informasi yang menjadi target pencarian bisa terdapat dalam berbagai macam
jenis berkas seperti halaman situs web, gambar, ataupun jenis-jenis berkas
lainnya. Beberapa mesin pencari juga diketahui melakukan pengumpulan informasi
atas data yang tersimpan dalam suatu basisdata ataupun direktori web.
Sebagian
besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan
algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup, di antaranya yang paling populer
adalah Google (MSN Search dan Yahoo!). Telah ada beberapa upaya menciptakan
mesin pencari dengan sumber terbuka (open source), contohnya adalah Htdig,
Nutch, Egothor dan OpenFTS
Web
Arsip
Pengarsipan
web merupakan salah satu bagian dari Portal Web Perpustakaan Digital Nasional
RI. Pengarsipan web adalah proses mengumpulkan cuplikan-cuplikan website dan
memastikan koleksi tersebut terpelihara dalam satu situs web arsip. Pengarsipan
web dilaksanakan untuk memenuhi kepentingan peneliti, sejarawan, dan publik di
masa depan. Sehubungan dengan ukuran Web yang masif, maka digunakan program
aplikasi web crawler yang bekerja secara otomatis untuk mengembangkan koleksi
arsip situs web. Situs web yang diarsipkan utamanya yang memiliki content
ilmiah atau mengemukakan sisi intelektualitas suatu objek yang dikemukakan
melalui media situs web.
Tujuan
utama dibangunnya Perpustakaan Digital Nasional adalah mewujudkan koleksi
nasional yang dapat diakses secara cepat, akurat dan merata oleh pemustaka.
Secara strategis, tujuan pembangunan Perpustakaan Digital Nasional adalah:
1. Meningkatkan
akses ke sumberdaya informasi tersedia dan layanan perpustakaan yang
diselenggarakan oleh seluru perpustakaan yang tergabung dalam jaringan
(resource sharing);
2. Mempromosikan
pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam lingkup nasional, menyediakan sumber
belajar, mendorong ketersediaan bahan pustaka dan informasi yang mengandung
nilai budaya setempat (local content);
3. Melestarikan
sumber informasi tentang Indonesia;
4. Mendukung
penelitian ilmiah melalui pemanfaatan akses Internet.
Crawler
Focused
Web Crawler merupakan suatu web crawler yang bertujuan secara selektif
mencari halaman-halaman web yang relevan dengan himpunan topik tertentu yang
telah didefinisikan sebelumnya sehingga crawler tidak mencari seluruh web
secara mendalam. Focused Crawler memanfaatkan aturan-aturan keputusan
berdasarkan pada analisis isi, struktur link dan teks anchor untuk menjaga agar
crawler fokus pada topik tertentu, seperti ”bersepeda” atau ”HIV”. Di sisi
lain, web crawler juga dapat difokuskan pada target format dokumen atau
non-dokumen tertentu (PDF, Doc, audio dan video).
Heuristik
berdasarkan 4 hipotesis dapatb dilibatkan untuk membangun suatu focused crawler
terhadap jenis-jenis media terterntu. Keempat hipotesis tersebut adalah
- (H1)
ekstensi file dari bagian FILE dari suatu URI menunjukkan jenis media dari file
tersebut.
- (H2) komponenPATH dari suatu URI menunjukkan jenis media dari file
tersebut.
- (H3) file header Content-type menunjukkan jenis media dari file.
- (H4)
Posisi dari link did alam suatu dokumen HTML menunjukkan jenis media dari
target
link.
Kinerja
dan efisiensi dari suatu focused crawler sangat ditentukan oleh strategi untuk
menentukan urutan dari pemrolehan (retrieval) halaman-halaman web. Telah ada
suatu topical crawler terintegrasi bernama AuToCrawler yang terdiri dari modul
spesifikasi ketertarikan pengguna yang menghubungkan pengguna ke search engine
untuk mengidentifikasi contoh halaman target dan kata kunci untuk menetapkan
topik. AutoCrawler mengurutkan daftar URL dengan mengkombinasikan fitur dari
pendekatan grafik conteks yang diintegrasikan denganpredictor yang mampu
mempelajari isi teks, teks anchor, token-token URL dan kata kunci). Strategi
BFS, tunnelling dan relevance feedback juga digunakan untuk mengatur fokus
penelusuran selama proses crawling.
Kemudian
juga telah ada focused crawler bernama Topic-based Intelligent Crawler
(TIC) . Pada TIC setiap halaman web baru yang didownload oleh crawler
dibandingkan dengan seed untuk mengetahui relevan tidaknya halaman baru dengan
suatu topik. Satu siklus lengkap dari proses ini terdiri dari empat tahapan penting.
Pertama dilakukan identifikasi terhadap halaman-halaman hub yang berasosiasi
dengan halaman seed. Kedua, halaman seed dan hub-hubnya dibersihkan dan
kemudian informasi teks murni di dalamnya diekstrak. Ketiga adalah
mengidentifikasi topik untuk setiap halaman dan langkah terakhir adalah
menemukan hub-hub dengan topik yang mirip dengan halaman seed tersebut.
Focused
web crawler berbasis ontology juga telah ada, sebagian besar bekerja dengan
mengestimasi isi semantik dari suatu URL berdasarkan pada suatu ontology
bergantung domain, dalam rangka mendukung metode yang digunakan untuk
menentukan prioritas antrian URL. Crawler memelihara suatu antrian URL yang
telah dikunjungi pada setiap tingkatan, dan kemudian memilih dari antrian ini,
URL berikutnya untuk dikunjungi berbasarkan pada ranking konseptual dari
halaman pada level tersebut diperoleh dari ontology domain. Crawler yang
dibangun untuk suatu domain khusus tentu tidak dapat digunakan untuk menghimpun
halaman-halaman dari domain lain.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar